Search















Member of IAMSA


   HOME  
     
ARTICLE

Thu, 10/04/2008 06:29 WIB
[Indopelita.co.id]
LAYANAN INSTALASI ELT-406 TRANSMITTER

PT. IAS kini siap melayani customer dengan jasa pemasangan unit emergency locater transmitter (ELT) 406. Instrumen ini sangat diperlukan saat pesawat dalam keadaan emergency atau crash. Pesawat akan lebih mudah ditemukan karena posisi koordinatnya terpantau dua satelit yang berada di orbit geostationer.

PT. IAS kini siap melayani customer dengan jasa pemasangan unit emergency locater transmitter (ELT) 406. Instrumen ini sangat diperlukan saat pesawat dalam keadaan emergency atau crash. Pesawat akan lebih mudah ditemukan karena posisi koordinatnya terpantau dua satelit yang berada di orbit geostationer.



ELT (Emergency Locator Transmitter) secara umum adalah sebuah alat pemancar kecil yang dilengkapi antenna dan akan memancar secara terus menerus, jika alat tersebut basah terkena air laut atau hempasan dan benturan yang cukup kuat (G Switch). Alat tersebut merupakan perlengkapan emergency pada setiap pesawat udara. Pada jenis pesawat besar terdapat dua unit ELT (transmitter), salah satu berfungsi secara otomatis jika terendam air laut terletak pada moncong depan pesawat, satu lagi terletak pada bagian ekor dari pesawat yang berfungsi jika terkena hempasan dan benturan keras (G switch).

ELT dapat bekerja pada temperatur minus 40 hingga 40 derajat Celcius sedangkan untuk power output pemancar hanya 100 mw atau paling tidak sebuah receiver dengan frequency yang sama akan dapat menerima sinyal pancaran ELT dengan radius kurang lebih 20 km persegi, dengan catatan tidak terhalang gunung atau bukit dan terendam dalam air, untuk masa pancaran 2 x 24 jam sebelum baterai pemancar ELT habis.

Pemancar ELT terbungkus box sangat rapi dan dirancang untuk tahan pemakaian selama 10 tahun dengan rutin setiap tahun selalu check kondisi alat tersebut. ELT dirancang tahan air dengan box berwarna cerah (oranye, kuning), agar mudah dilihat dengan mata telanjang dengan berat kurang lebih 2 - 5 kg per unit.

Teknologi ELT-406 lebih berkembang pesat dan tidak perlu repot dalam menentukan lokasi pesawat crash, karena transmitternya saat ini telah mampu mengirimkan sinyal berikut dengan kordinat lokasi dimana alat tersebut berada. Peralatan ini mampu mendeteksi diri dengan dilengkapi GPS system untuk menentukan lokasi serta mengirimkan digital
sinyal ke satelite Leosar atau Geosar untuk selanjutnya dikirimkan kembali ke stasiun SAR yang memerlukan di seluruh dunia
sudah lengkap dengan kordinatnya.

ELT-406 dapat di set untuk Transmit Frequency 121,5 Mhz , 243,0 Mhz dan digital Transmisi pada 406 Mhz Jauh lebih baik dari generasi sebelumnya karena melibatkan satelit Leosar dan Geosar, Copas-Sarsat. ELT 406 Mhz memancar secara otomatis setiap 50 detik sekali mengirim data digital ke satelite. Karena alat tersebut dilengkapi dengan GPS maka sekaligus ditransmisikan kordinat lokasi alat itu berada selama 1,5 detik dengan power 5 watt untuk selanjutnya transmit kembali pada 50 detik berikutnya dengan data pengiriman yang sama.

Sangat berbeda dengan ELT conventional hanya memancarkan continus transmisi dengan power 100 mw tanpa ada info lokasi dalam transmisinya. ELT 406 Mhz lebih efesien dalam penggunaan baterai sehingga akan mampu lebih panjang dalam operasionalnya.

Implementasi ELT-406 pada penerbangan sipil sebenarnya mengacu pada rencana ICAO untuk menghentikan pancaran frekuensi satelit Cospas-Sarsat System 121.5/243 MHz pada 1 Februari 2009 mendatang. Sejak saat itu seluruh ELT harus mentransmisikan gelombang pada frekuensi 406 MHz. ICAO mengharuskan setiap pesawat dengan C of A setelah 1 Juli 2008 harus dilengkapi dengan ELT-406. Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara Departemen Perhubungan RI juga mengacu pada ketentuan ICAO tersebut. Sementara pesawat beregistrasi militer/TNI dikabarkan akan disamakan dengan standar TNI-AU, yaitu maksimal pertengahan tahun 2009 mendatang.

MKT/yayan

<< Back to News Channel





Thu, 10/04/2008 03:52 WIB

Tue, 17/04/2007 03:34 WIB

Thu, 05/10/2006 10:12 WIB

Thu, 05/10/2006 09:44 WIB


     

Aircraft Brake Facility

Indopelita Webmail

Certification



 
Copyright 2004 © PT. Indopelita Aircraft Services